Jumat, 13 Maret 2015

DIA

 Catatan

Aku bersedih saat aku ingin memberikan sesuatu kepada seseorang yang sedang membutuhkan, tapi aku tak mampu dan sanggup. Akan tetapi, kesedihan itu bisa sangat aku rasakan, saat aku dapat memberikan sesuatu, tetapi pemberianku tak bisa untuk diterimanya. Padahal aku tulus memberikannya. Kehidupan memang tak mesti berjalan sesuai rencana ataupun keinginan kita. Karena Tuhan juga punya kehendak diatas keinginan kita. Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Tuhan. Mungkin, ini tuntutan bagi seorang hamba untuk hanya memberikan pengharapan kepada Tuhan. Kiranya, tak ada salah kita yang punya keinginan, tak selalu juga benar, kita hanya di beri apa yang kita butuhkan. Karena Tuhan, meinginkan hambanya untuk tidak berhenti berharap, berhenti berdoa, dan untuk tidak putus asa. Dalam ketiadasadaranku, Keinginan Tuhan adalah Kebutuhan bagi Insan.
Tuhan pula meinginkan, hamba pula membutuhkan
Hamba pula meinginkan, bukan pula Tuhan membutuhakan
Tuhan tak pernah membutuhkan, hamba tak penah lepas dari keinginan
Hamba tak tahu membutuhkan, Tuhan lebih tahu apa arti keinginan
Tuhan pula meinginkan, bukan pula Tuhan membutuhkan
Tuhan tak pernah membutuhkan, Tuhan lebih tahu arti keinginan
Hamba pula membutuhkan, hamba pula menginginkan
Hamba tak tahu membutuhkan, hamba tak pernah lepas dari keinginan
Hidup tanpa Tuhan, hidup pula tanpa keinginan
Hidup tanpa keinginan, hidup pula tanpa kebutuhkan
Hidup tanpa kebutuhkan, hidup pula tanpa rasa kemiskainan
Hidup tanpa kemiskinan, Hidup, cukup bersama Tuhan
Orang dikatakan kaya bukan berarti memiliki banyak kekayaan dan kekuasaan, melainkan orang yang sedikit kebutuhannya. Tetapi masih banyak keinginannya untuk mengasihi kepada sesama. Terlebih atas Cinta yang telah Ia tanamkan pada Insan-Nya untuk saling menghargai, mengenal, menyapa, menghormati, menyantuni, tanpa disertai akhiran “dan”.


Sumber Gambar :  pencariridhomu.wordpress.com

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Penalesia